Tokoh – Dewi Hughes

 

DEWI HUGHES,

Presenter dan Direktur PT Duangtali Indonesia

 

BISNIS ITU MESTI MENJUAL SESUATU YANG BEDA

                Basic pendidikan Hughes memang pendidikan guru. Dulu sekolah pendidikan guru, terus masuk ke UNIKA Atmajaya, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan. Secara tidak sengaja saja masuk sebagai presenter, yang pekerjaanya tidak jauh berbeda dengan pekerjaan seorang guru. Jadi kalau Hughes bikin bisnis lebih bnyak mengacu ke arah pendidikan dan anak.

Bisnis yang pertama adalah Hughes Party House, EO (Event Organizer/Penyelenggara Acara-red) untuk pesta anak-anak. Itu tahun 1992. Mungki diketawain kalau Hughes bilang untuk usaha ini Hughes mulai dengan modal 150 ribu rupiah. Mulai dengan baju badut 2 lembar. Ke pasar beli kain warna-warni, loreng-loreng, dan satunya bulat-bulat. Dibawa ke tukang jahit dan minggu depannya dipakai buat show. Yang pakai bajunya orang lain, Hughes jadi MC. Untuk usaha ini awalnya Hughes banyak dibantu teman-teman kampus.

Ketika Hughes mulai masuk TV, bisnis EO ini sempat terbengkalai. Hughes sudah coba hibahkan ke karyawan, tapi disalhgunaka. Kliennya juga jadi kecewa. Mungkin treatmennya beda kalau kita yang pegang sendiri. Maka setelah menikah usaha tersebut Hughes tangani lagi.

Memang usaha ini menjamur dimana-mana. Maka kalau mau jualan mesti selling somethings different. Spesialisasi kami memang syarat dengan edukasi, kreatifitas anak, dan memperhatikan betul psikologi anak. Ada sains di dalamnya. Berbeda dengan dugaan orang lain yang jualannya badut. Badutnya ketawa-tawa, main gitar, bercanda enggak karuan. Sekarang terus terang punya kita hanya masuk ke kalangan tertentu yang peduli dengan masa keemasan anak. Kalau mereka bikin acara buat anak, entah itu ulang tahun, atau event lainnya, kalau mereka memakai jasa kita, mereka berpikir tentang nilai positif yang akan dibawa pulang si anak.

Bisnis seperti ini tidak akan merugi karena kita bekerja berdasarkan order. Misalnya ada yang mau mengadakan acara anak-anak terus kita ajuin proposal. Mereka seyuju dengan proposalnya dan mereka bayar DP 50%. Dengan Dp itu Hughes bisa bayar karyawan. Nanti setelah acara selesai pelunasannya buat Hughes. Tidak ada rugi. Mungkin awal-awalny, waktu masih bodoh jualannya, karena salah hitung jadi impas.

Selain bisnis EO ada bisnis butik khusus untuk XL, namanya Big Rumah Mode. Ada sekolah presenter cilik dan teater cilik. Semuanya dibawah bendera PT Duangtali Indonesia. Alhamdulillah sekarang sudah punya tempat sendiri di kawan Cipete, Jakrta Selatan, untuk semua usaha itu.

Untuk sekolah presenter kita punya materi yang beda banget dengan sekolah lain. Modulnya Hughes bikin sendiri yang lebih menekankan pada komunikasi antara orang tua dan anak. Memang ada beberapa yang menjadi presenter TV. Tapi itu bukan satu-satunya poin penting buat Hughes. Hughes lebih gembira kalau meliah anak-anak yang tadinya datanng pendiam, orang tuanya pendiam dan tidak tahu cara mengajarkan anaknya ngomong di depan umum, akhirnya berubah.

Untuk semua usaha tersebut percaya atau tidak, Hughes Cuma punya 3 karyawan tetap. Selebihnya kita pakai pekerja lepas, yaitu anak-anak yang masih kuliah. Jadi hughes suka nyari ke sekolah-sekolah dan bikin pengumuman, siapa yang mau bekerja, magang. Kita ajak mereka. Jumlah yang kita rekrut tergantung dari besar kecilnya acara. Banyak diantara mereka yang sekarang mulai sukses. Ada yang jadi MC, penyiar radio, atau buka EO sendiri.

 

Ummi edisi khusus. Desember 2004

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s