artikel – Membuka Usaha?? siapa takut.. !!

 

MEMBUKA USAHA?? SIAPA TAKUT… !!

 

Membuka usaha merupakan salah satu langkah yang bisa jadi pilihan untuk mencoba suatu peruntungan. Hal pertama yang harus kita lakukan yakni membuat “perencanaan usaha”. Suatu usaha tidak akan berjalan dengan lancar tanpa suatu perencanaan yang matang, betul??. Kita harus mempertimbangan berbagai  faktor penunjang dan faktor penghambat baik yang berasal dari dalam maupun dari luar. Dari mana sebuah usaha tersebut akan kita mulai, dan kemana usaha tersebut akan kita arahkan, merupakan bagian penting dari sebuah rencana usaha. Singkatnya Perencanaan kerja bisa kita ibaratkan sebagai peta yang akan menuntun kita dalam pelaksanaannya menuju kea rah tujuan yang akan dicapai.  Dan, berikut ini tahapan-tahapan penyusunan rencana usaha…

  1. Inventarisasi Berbagai Kekuatan Yang Dimiliki

Banyak orang sukses memulai usahanya karena hobi atau kesenangan, contohnya fotografer Darwis Triyadi. Baginya fotografi adalah hobi. Dunia fotografi ditekuninya hingga kini dan menjadikannya ikon yang tidak bisa dilupakan oleh para fotografer,  dan sekarang Ia menjadi pemerhati fotografi di Indonesia bahkan dunia. Padahal dunia fotografi dianggap sebagai profesi yang tidak menjanjikan. Orang lain mungkin akan memilih menekuni profesi sebagai pilot yang lebih menjanjikan kesuksesan finansial daripada seorang fotografer. Dan Darwispun memiliki ijasah pilot, tetapi Ia lebih memilih menjadi fotografer, profesi yang disenaginya.

Dengan modal kesenangan kita tidak akan merasa terpaksa atau terbebani dalam melakukan usaha kita kelak. Kesenangan merupakan salah satu sumber kekuatan kita dalam memulai suau usaha. Karenanya lakukanlah apa yang kita senangi dan carilah orang yang bersedia membayarnya.

Sumber modal kedua yakni modal finansial. Sekecil apapun modal yang kita miliki bisa kita gunakan untuk memulai  berusaha. Tapi, jika kita memiliki modal finansial yang besar, jangan langsung tergiur untuk memulai suatu usaha dengan skala besar. Lakukan usaha dengan bertahap, pahami seluk beluk usaha yang akan kita jalani. Ingat pepatah kuno, jangan menyimpan telur dalam satu keranjang. Artinya, jangan menginvestasikan seluruh modal dalam satu usaha, sebaiknya kita lakukan investasi sebagian dalam bentuk tabungan atau bidang yang lain. Tujuannya jika suatu saat kita mengalami kerugian kita tidak akan ‘bangkrut’. Mungkin sekali, duakali, kita akan gagal, lakukan evaluasi kegagalan itu dan jangan melakukanya lagi hingga suatu saat kita pasti akan berhasil.

Sumber modal lainnya adalah kekuatan. Bukan ditujukan untuk menyombongkan diri, seolah-olah dengan kekuatan itu kita akan berhasil dalam suatu usaha. Namun dengan kekuatan kita bisa mengetahui sampai sejauh mana minat dan kemampuan kita untuk memulai usaha. Berkaitan dengan hal ini, kemampuan toritis perlu kita miliki sebagai bekal sebelum memulai usaha.

 

  1. Identifikasi Berbagai Kelemahan Dan Kendala Yang Akan Dihadapi

Identifikasi berbagai kelemahan dan kendala bukan ditujukan untuk mengendurkan niat dan menggagalkan rencana untuk membuka usaha. Hal ini harus kita lakukan sebagai upaya antisipasi dan menghindari hal buruk yang akan terjadi. Bagi pengusaha kecil mungkin modal merupakan kendala. Dan kendala tersebut sebaiknya tidak menggagalkan niat kita untuk membuka usaha. Kita bisa memulainya dari yang kecil, misalnya untuk menjadi seorang peternak ayam, kita bisa memulainya dengan memelihara 2 atau 3 ekor ayam secara sambilan. Jika populasinya sudah meningkat baru kita pikirkan untuk menjadikannya usaha utama kita. Pujangga Kahlil Gibran pernah menulis “perjalanan bermil-mil jauhnya, dimulai dari selangkah”. Karenanya, yang harus kita lakukan adalah melangkah. Tidak perlu langkah yang panjang, tetapi cukup langkah pendek atau kecil namun teratur.

 

  1. Menentukan Skala Usaha

Berdasarkan hasil analisis kekuatan dan kelemahan, kita akan memiliki gambaran, seberapa besar usaha yang akan kita jalankan. Sebaiknya kita memulai dari skala kecil terlebih dahulu, hal ini lebih pada proses belajar. Jika kita sudah berhasil dalam skala kecil, maka kita bisa meningkatkan dalam skala yang lebih besar.

 

  1. Menetapkan Tujuan uasaha

Biasanya sebuah usaha dimulai dengan tujuan yang beragam, tetapi pada saat tertentu akan menegrucut dan lebih berfokus pada satu tujuan tertentu. Tujuan usaha bisa dibedakan berdasarkan jangka waktu, seperti  tujuan jangka pendek (1 tahun), jangka menengah (2-5 tahun), jangka panjang (diatas 5 tahun). Penetapan tujuan harus realistis. Misalnya dalam jangka pendek kita bertujuan untuk mengembalikan modal awal.

 

  1. Memulai Bekerja

Jika keempat hal diatas sudah kita lakukan, sebuah perencanaan kerja sudah bisa kita jabarkan diatas kertas. Selanjutnya kita siap membuka usaha yang kita inginkan.

 

  1. Evaluasi

Dalam setiap usaha, evaluasi tidak boleh dilupakan. Tujuan evaluasi adalah untuk meninjau ulang semua kegiatan yang telah dilakukan dan hasil yang diperoleh. Evaluasi dapat kita lakukan setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, atau setiap tahun, tergantung jenis evaluasi yang kita lakukan. Setelah melakukan evaluasi kita bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam usaha kita, untuk selanjutnya hal ini akan menjadi pemacu agar kita bisa membawa usaha kita ke arah yang lebih sukses dan menjanjikan. Jadi, tunggu apa lagi?? Persiapkan diri, dan mulailah membuka usaha… semoga sukses…

 

(ummi edisi khusus, desember 2004)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s