Oh No.. !! Budaya Kita semakin Tergeser..

Budaya Indonesia tentunya berbeda dengan budaya luar negeri. Kesenian dan kebudayaan Indonesia merupakan dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Kesenian dapat menjadi wadah untuk mempertahankan identitas budaya Indonesia. Tapi faktanya, sekarang ini identitas budaya Indonesia sudah mulai memudar karena arus global. Pengaruh dari luar telah membawa dampak terhadap masyarakat Indonesia. Seiring berkembangnya zaman, kebudayaan di Indonesia mulai luntur. Hal ini dikarenakan semakin berkembangnya teknologi yang mempunyai dampak negatif terhadap kebudayaan Indonesia. Dengan banyaknya media elektronik kebudayaan barat mulai mengubah pola pikir masyarakat Indonesia. Karena pola pikir masyarakat Indonesia yang masih rendah, mereka dengan mudah mengikuti budaya barat tanpa adanya filtrasi. Sehingga mereka cenderung melupakan kebudayaanya sendiri.

Dalam konteks Indonesia, masyarakat konsumen Indonesia mutakhir tumbuh beriringan dengan sejarah globalisasi ekonomi dan transformasi kapitalisme konsumsi yang ditandai dengan menjamurnya pusat perbelanjaan bergaya seperti shopping mall, industri waktu luang, industri mode atau fashion, industri kecantikan, industri nasihat, industri gosip,kawasan huni mewah, apartemen, iklan barang-barang mewah dan merek asing, makanan instan (fast food), serta reproduksi dan transfer gaya hidup melalui iklan dan media televisi maupun cetak yang sudah sampai ke ruang-ruang kita yang paling pribadi. Hal ini terjadi di banyak masyarakat perkotaan Indonesia.
Kini Indonesia dihadapi dengan budaya yang menyimpang, menyimpang dari nilai-nilai dasar, menyimpang dari prosedur atau pelajaran tertentu yang diperoleh dari pengalaman.
Salah satu dari penyimpangan itu misalnya, para pendiri sudah menggariskan nilai-nilai dasar yang super fantastis luhurnya, seperti: kejujuran, tanggung jawab, peduli pelanggan, dan lain-lain, tetapi prakteknya adalah ketidakjujuran, lari dari tanggung jawab atau ketidakpedulian.
Pendeknya: lain di konsep, lain di praktek.
Penyebab dari budaya yang menyimpang adalah :
1. Kurang Keteladanan
2. Belum dijadikan pemahaman bersama
3. Kurang tangkas dalam menerapkan wewenang dan kekuasaan
Solusinya :
1. Semua penduduk harus lebih mencintai budaya sendiri.
2. Kita perlu mengkonsepkannya, menyatakannya dalam bentuk pedoman yang bisa dipahami orang lain.
3. Membuka fasilitas dan peluang pembelajaran.
4. Pemerintah harus lebih memperhatikan perkembangan budaya kita.
5. Pemerintah harus segera membuatkan UU perlindungan untuk semua budaya kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s